Opini Sains

Opini Sains
Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata sains? Hmm.. ada sebagian orang yang senantiasa mengasosiasikan sains sebagai pelajaran menakutkan yang sulit dipahami apalagi kalau harus menghafal rumus-rumusnya. Tentunya itu pekerjaan yang super tidak mudah.
Sains bagi sebagian orang adalah momok yang harus dihindari. Kalau perlu supaya tidak menyusahkan akan lebih baik kalau sains tak perlu diajarkan di sekolah. Atau kalau bisa dipotong jam belajarnya supaya makin singkat dan siswa tak lagi perlu bersusah-susah untuk belajar sains. Apa sih gunanya belajar sains dan menghafal rumus-rumus ? Pada kenyataannya menyusahkan siswa untuk lulus dan membuat anak jadi tidak suka bersekolah. Mungkin itu sepenggal paradigma tentang sains secara umum. Matematika, Fisika, Kimia, Biologi adalah mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian siswa. Betapa tidak rumusnya sulit untuk dihafal. Perhitungannya rumit dan njlimet.
Apakah demikian?
Ada satu hal yang seringkali tidak pernah disadari oleh masyarakat kita bahkan mungkin juga oleh pengajar sains itu sendiri. Sains adalah bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Apa yang kita kerjakan dalam kehidupan kita adalah terapan dari sains itu sendiri. Rumus bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami.. inilah yang seringkali kurang tersampaikan dalam pelajaran sains. Siswa dituntut untuk bisa menjabarkan rumus-rumus nan rumit tanpa memahami apa dan mengapa.
Sains adalah mata pelajaran tentang kehidupan yang menyenangkan. Paradigma itulah yang harusnya ditanamkan dalam diri setiap orang. Sains bukan tentang benar dan salah tapi bagaimana siswa membangkitkan keingintahuannya, mencari jawaban, mencoba jawaban itu dan menemui kegagalan atau keberhasilan untuk kemudian ia eksplorasi. Itulah seharusnya bagaimana sains diceritakan di sekolah…
Dan satu pesan Dave Rodrigues yang menarik: “ Guru yang hebat bukanlah guru yang pintar. Tapi seorang guru hebat adalah dia yang bisa membuat siswa yang membenci sains jatuh cinta dengan sains. “ (Avivah)